Rindu
Hujan masih
setia pada tanah,
Tak peduli
itu siang atau malam,
Mentaripun
terkadang harus cemburu.
Ah, semua ini
bukan tentang mentari lagi,
Aku, kamu,
dan jarak.
Berapa puluh
kilometer yang harus kau tempuh untukku?
Logikaku tak
sanggup menghitungnya,
Bak buih
ombak yang bersama kita senja itu.
Rindu,
Itukah yang
kau katakan padaku?
Ketahuilah,
Rinduku jauh
lebih dalam dari rindumu,
Hanya saja,
aku tak mampu meluapkannya,
Bahkan,
lidahku kelu saat menyebut namamu dalam do’a.
Ulfa
F. Ailia
Magelang,
Oktober 2017