Penggunaan Metode Langsung dengan
Memoriter dalam Pembelajaran Pidato
Anni Arivati 1410301025
A. Pendahuluan
Pidato
seringkali dipraktikan oleh seorang pemimpin Negara,Pejabat bahkan orang yang
berpengaruh sekalipun diharuskan untuk menguasai teks pidato. Teks pidato dapat
dipelajari melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pidato
adalah kegiatan berbicara satu arah di depan umum untuk menyampaikan pikiran
atau gagasan atau gambaran kepada pendengar yang disampaikan dalam situasi
formal ataupun non formal melalui rangkaian kata yang tersusun sistematis
dengan bahasa lisan sebagai media utama yang bertujuan memberi pamahaman atau
informasi dengan rasa percaya diri untuk mempengaruhi pendengar agar mengikuti
ajakan pembicara secara sukarela. Berpidato didepan umum tidaklah mudah dibutuhkan
keterampilan berbicara.
Keterampilan
bahasa ada empat aspek, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, menulis, dan
membaca. Dalam berbicara, si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan
menggunakan bahasa lisan. Kemudian, dalam menyimak si penerima pesan berupaya
memberi makna terhadap bahasa lisan yang disampaikan orang lain. Selanjutnya,
dalam menulis si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa
tulis. Dipihak lain, dalam membaca si penerima pesan berupaya memberikan makna
terhadap bahasa tulis yang disampaikan orang lain. Berbicara merupakan bagian
dari keterampilan.
Keterampilan berbicara Henry Guntur Tarigan1(1983:15)
dalam bukunya Berbicara Sebagai Suatu
Keterampilan Berbahasa mengemukakan bahwa
keterampilan berbicara
adalah kemampuan mengucapkan
bunyi-buny i artikulasi atau kata-kata
untuk mengekspresikan, mengatakan serta
menyatakan pikiran, gagasan, dan
perasaan. Pendengar menerima informasi
melalui rangkaian nada,tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi
berlangsung secara tatap muka ditambah
lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Menurut Djago Tarigan3
(1990 : 149) menyatakan bahwa berbicara
adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasalisan.
Menurut Arsjad dan Mukti U. S.4
(1993:23) mengemukakan bahwa kemampuan
berbicara adalah kemampuan mengucapkan
kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan
pikiran, gagasan, dan perasaan.
Penggunaan
metode memoriter cocok untuk pembelajaran dengan Kompetensi Dasar KD10.mengungkapkan
informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks di kelas
SMA. Memoriter memiliki tujuan yaitu dapat menguasai materi pidato yang akan
diberikan kepada khalayak atau pendengar dan materi pidato yang diberikan
berkualitas.
B.
Kajian pustaka dan landasan teori
3.1 Kajian
Pustaka
Kajian pustaka penting dilakukan untuk
mengetahui apakah judul yang menggunakan metode langsung (Direct Method) yaitu
:
1. Proposal berjudul “Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara
dengan Menggunakan Metode Diskusi pada Siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh”. Mendeskripsikan
penggunaan sistem pengajaran diskusi dalam meningkatkan kemampuan berbicara.
Pembahasannya tentang kesulitan-kesulitan guru untuk mengajar di SMP Negeri 1
Banda Aceh dan kesulitan siswa untuk menerima pembelajaran keterampilan
berbicara
2. Skripsi karya
Imron, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (2003) yang berjudul Efektifitas Metode
Langsung dalam Pengajaran Bahasa Arab Di Kelas diajukan sudah pernah diteliti
sebelumnya atau belum. Adapun judul skripsi yang berkaitan dengan judul
Pembelajaran Keterampilan Berbicara (pidato) II Madrasah Aliyah Keagamaan
Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya OKI Sumatra Selatan. Penulis dalam skripsi
ini membahas tentang keefektifan Metode Langsung dalam pengajaran Bahasa Arab
dan hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh guru dalam menggunakan Metode
Langsung dalam pengajaran Bahasa Arab.
3. Skripsi Nunung Nuraeni, Jurusan
Pendidikan Bahasa Arab (2002) yang berjudul Direct Methode dalam Pembelajaran
Bahasa Arab Di Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta (Studi Kasus di Madrasah
Aliyah). Penelitian
ini terfokus pada penerapan Metode Langsung dalam proses pembelajaran bahasa
Arab di pesantrentersebut.
Dari beberapa tinjauan penelitian di atas, ada perbedaan dengan penelitian penulis. Penelitian-penelitian di atas hanya bersifat teoritis dan hanya membandingkan metode Langsung (al-Thariqah al-Mubasyirah)dengan metode lain, apakah Metode Langsung merupakan metode yang efektif atau bukan dalam pembelajaran Bahasa Arab. Berbeda halnya dengan penelitian yang akan penulis teliti, disini penulis menerapkan Metode Langsung dengan mempraktekkan di sekolah, jadi bukan hanya bersifat teori.
Dari beberapa tinjauan penelitian di atas, ada perbedaan dengan penelitian penulis. Penelitian-penelitian di atas hanya bersifat teoritis dan hanya membandingkan metode Langsung (al-Thariqah al-Mubasyirah)dengan metode lain, apakah Metode Langsung merupakan metode yang efektif atau bukan dalam pembelajaran Bahasa Arab. Berbeda halnya dengan penelitian yang akan penulis teliti, disini penulis menerapkan Metode Langsung dengan mempraktekkan di sekolah, jadi bukan hanya bersifat teori.
3.2 Landasan Teori
3.2.1Pengertian keterampilanberbicara
Henry Guntur Tarigan1 (1983:15) dalam bukunya Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasamengemukakan bahwaketerampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan
bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan serta
menyatakan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengar menerima informasi melalui
rangkaian nada,tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung
secara tatap muka ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik)
pembicara.Menurut Djago Tarigan3 (1990 : 149) menyatakan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan
pesan melalui bahasa lisan. Menurut Arsjad dan Mukti U. S.4 (1993:23) mengemukakan bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan
mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan
pikiran, gagasan, dan perasaan.
3.2.2 Pengertian pidato ialah suatu
ucapan dengan memperhatikan susunan kata yang baik untuk disampaikan kepada
orang banyak. Sedangkan dalam kamus KBBI, pidato adalah pengungkapan pikiran
dalam bentuk kata-kata yang ditunjukkan kepada orang banyak.
Contoh pidato
yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato pembangkit semangat, pidato smbutan
acara atau event, pidato pelepasan siswa, dan sebagainya.
3.2.2
Jenis pidato
Berdasarkan sifat dan Isi Pidato, jenis-jenis Pidato
dibedakan atas:
a. Pidato
Pembukaan, adalah
pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc (master of ceremony).
b. Pidato Pengarahan
adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
c. Pidato
Sambutan adalah pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau
peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang
terbatas secara bergantian.
d. Pidato Peresmian
adalah pidato yang dilakukan oleh seseorang yang berpengaruh ketika akan
meresmikan sesuatu.
e. Pidato
Laporan adalah pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau
kegiatan.
f. Pidato
Pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan
pertanggungjawaban terhadapa suat kegitan tertentu.
3.2.3 Metode pembelajaran bahasa
Mackey (2016:87-88) sebagaimana
dikutip Sumardi (1974 menyebutkan 18 metode pembelajarn bahasa, salah satu yang
akan dipakai dalam penelitian ini yaitu :
a. Metode langsung ( Direct Method )
Metode bercirikan yaitu penggunaan struktur
dan kosa kata yang digunakan
sehari-hari, serta tata bahasa dengan memperhatikan situasi, menggunakan banyak
butir baru dalam pengajaran yang sama untuk membuat alamiahbunyi bahasa, yang
pada gilirannya memperkaya penggunaannya dalam percakapan biasa.
3.2.3
pengertian
memoriter yaitu metode berpidato dengan cara menghafalkan naskah pidato terlebih dahulu.
3.2.4
7 Cara Berbicara di depan Umum
1.
Lawan rasa malu. Tidak peduli
jabatan orang yang ada di depan Anda bicaralah sesuai konteks dan hal-hal yang
ingin Anda sampaikan. Anggap saja hadirin yang hadir didepan tadalah teman
sendiri.
2. Ajukan
pertanyaan. Anda membiasakan diri bertanya, Anda akan terbiasa pula berbicara
di hadapan banyak orang. Pada kondisi ini, Anda akan menyadari bahwa berbicara
di depan umum itu tidak serumit yang dibayangkan.
3. Lakukan persiapan sebaik mungkin
memprediksi suasana yang akan
terjadi. Selain Dengan melakukan persiapan sebaik mungkin, Anda akan semakin
menguasai materi dan itu, persiapan ini juga akan memberikan getaran positif
sehingga perasaan Anda menjadi positif juga. Bayangkan jika Anda tidak
mempersiapkannya? Anda mungkin kewalahan dan pontang panting saat
mempresentasikannya.
4. Berbicara dengan gaya Anda
sendiri
Berbicaralah dengan gaya Anda
sendiri. Jangan meniru gaya bicara orang lain karena Anda akan menjadi orang
lain, bukan diri Anda yang sebenarnya. Dengan kata lain, berbicaralah secara
santai, sopan, dan menarik ala Anda sehingga suasana menjadi kondusif dan impresif.
5. Lakukan kontak mata.
Dengan melakukan kontak mata,
Anda akan berkomunikasi secara nyaman. Selain itu, kontak mata mencerminkan
Anda menghargai orang yang sedang diajak berbicara.
6. Latihan berbicara di depan
sedikit orang
Cara lain yang bisa Anda
gunakan adalah dengan melatih diri untuk berbicara di depan sedikit orang. Ini
dapat berupa pertemuan dengan teman, rapat keluarga, atau rapat lingkungan
warga tempat tinggal Anda. Latihan ini akan menempa mental dan percaya
diri Anda sehingga tidak canggung lagi berbicara di depan orang banyak.
7. Berdoa
Berdoa sebelum berbicara di
depan umum akan membantu menenangkan perasaaan Anda. Selain itu, berdoa juga
akan memberi getaran positif sehingga secara tidak sadar Anda akan berani
berbicara. Tidak percaya? Coba saja Anda lakukan pada rapat berikutnya.
Simpulannya, berbicara di
depan umum butuh persiapan, teknik, dan latihan. Dengan menerapkan cara-cara di
atas, Anda akan mendapatkan ketiga faktor tersebut.
C. Pembahasan
Penerapan Metode Langsung dengan
Memoriter dalam Pembalajaran di SMA sebagai berikut:
1. Guru mebuka salam
2. Guru menyajikan fasilitas
seperti multimedia
3. materi dengan bahasa yang sangat
menarik dan menggairahkan.
4. Guru memberikan materi tentang
pidato
5. Guru mengaplikasikan dengan
Kelebihan metode langsung sebagai
berikut :
1. Siswa terampil menyimak dan
berbicara
2. Siswa menguasai pelafalan dengan
baik seperti atau mendekati penutur asli
3. Siswa mengetahui banyak kosa kata
dan pemakaiannya dalam kalimat
Kelemahan metode langsung sebagai
berikut :
1. Siswa lemah dalam kemampuan membaca
pemahaman karena materi dan latihan ditekankan pada bahasa lisan
2. Siswa memerlukan guru yang ideal
dari segi keterampilan berbahasa dan kelincahan dalam penyajian pelajaran
3. Metode ini tidak dapat dilaksanakan
dalam kelas besar.
D. Penutup
Penerapan
metode langsung ) cocok untuk pembelajaran dengan Kompetensi Dasar KD 10.mengungkapkan
informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks di kelas
SMA. Metode langsung memiliki tujuan yaitu penggunaan bahasa secara lisan agar
siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di
masyarakat.
E. Daftar pustaka
Asih, 2016. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia.Bandung.
Pustaka Setia
Aandesca.blogspot.com. 2015