Label

Rabu, 01 November 2017

Penggunaan Metode Langsung dengan Memoriter dalam Pembelajaran Pidato

Penggunaan Metode Langsung dengan Memoriter dalam Pembelajaran Pidato
Anni Arivati 1410301025
A.    Pendahuluan
Pidato seringkali dipraktikan oleh seorang pemimpin Negara,Pejabat bahkan orang yang berpengaruh sekalipun diharuskan untuk menguasai teks pidato. Teks pidato dapat dipelajari melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pidato adalah kegiatan berbicara satu arah di depan umum untuk menyampaikan pikiran atau gagasan atau gambaran kepada pendengar yang disampaikan dalam situasi formal ataupun non formal melalui rangkaian kata yang tersusun sistematis dengan bahasa lisan sebagai media utama yang bertujuan memberi pamahaman atau informasi dengan rasa percaya diri untuk mempengaruhi pendengar agar mengikuti ajakan pembicara secara sukarela. Berpidato didepan umum tidaklah mudah dibutuhkan keterampilan berbicara.
Keterampilan bahasa ada empat aspek, yaitu keterampilan berbicara, menyimak, menulis, dan membaca. Dalam berbicara, si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa lisan. Kemudian, dalam menyimak si penerima pesan berupaya memberi makna terhadap bahasa lisan yang disampaikan orang lain. Selanjutnya, dalam menulis si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa tulis. Dipihak lain, dalam membaca si penerima pesan berupaya memberikan makna terhadap bahasa tulis yang disampaikan orang lain. Berbicara merupakan bagian dari keterampilan.
Keterampilan berbicara Henry Guntur Tarigan1(1983:15) dalam bukunya Berbicara Sebagai Suatu  Keterampilan  Berbahasa mengemukakan  bahwa  keterampilan  berbicara adalah  kemampuan  mengucapkan  bunyi-buny i artikulasi atau kata-kata  untuk mengekspresikan, mengatakan serta  menyatakan  pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengar  menerima informasi melalui rangkaian nada,tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung  secara tatap muka ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara. Menurut Djago Tarigan3 (1990 : 149) menyatakan bahwa  berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasalisan.
 Menurut Arsjad dan Mukti U. S.4 (1993:23) mengemukakan bahwa  kemampuan berbicara adalah  kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat  untuk  mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
Penggunaan metode memoriter cocok untuk pembelajaran dengan Kompetensi Dasar  KD10.mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks di kelas SMA. Memoriter memiliki tujuan yaitu dapat menguasai materi pidato yang akan diberikan kepada khalayak atau pendengar dan materi pidato yang diberikan berkualitas.


B.     Kajian pustaka dan landasan teori
3.1 Kajian Pustaka
Kajian pustaka penting dilakukan untuk mengetahui apakah judul yang menggunakan metode langsung (Direct Method) yaitu :
1. Proposal berjudul “Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Metode Diskusi pada Siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh”. Mendeskripsikan penggunaan sistem pengajaran diskusi dalam   meningkatkan kemampuan berbicara. Pembahasannya tentang kesulitan-kesulitan guru untuk mengajar di SMP Negeri 1 Banda Aceh dan kesulitan siswa untuk menerima pembelajaran keterampilan berbicara
2.     Skripsi karya Imron, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (2003) yang berjudul Efektifitas Metode Langsung dalam Pengajaran Bahasa Arab Di Kelas diajukan sudah pernah diteliti sebelumnya atau belum. Adapun judul skripsi yang berkaitan dengan judul Pembelajaran Keterampilan Berbicara (pidato) II Madrasah Aliyah Keagamaan Raudhatul Ulum Sakatiga Indralaya OKI Sumatra Selatan. Penulis dalam skripsi ini membahas tentang keefektifan Metode Langsung dalam pengajaran Bahasa Arab dan hambatan-hambatan apa saja yang dialami oleh guru dalam menggunakan Metode Langsung dalam pengajaran Bahasa Arab.
3. Skripsi Nunung Nuraeni, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (2002) yang berjudul Direct Methode dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta (Studi Kasus di Madrasah Aliyah). Penelitian ini terfokus pada penerapan Metode Langsung dalam proses pembelajaran bahasa Arab di pesantrentersebut. 
Dari beberapa tinjauan penelitian di atas, ada perbedaan dengan penelitian penulis. Penelitian-penelitian di atas hanya bersifat teoritis dan hanya membandingkan metode Langsung (al-Thariqah al-Mubasyirah)dengan metode lain, apakah Metode Langsung merupakan metode yang efektif atau bukan dalam pembelajaran Bahasa Arab. Berbeda halnya dengan penelitian yang akan penulis teliti, disini penulis menerapkan Metode Langsung dengan mempraktekkan di sekolah, jadi bukan hanya bersifat teori.

3.2  Landasan Teori
3.2.1Pengertian keterampilanberbicara

Henry Guntur Tarigan1 (1983:15) dalam bukunya Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasamengemukakan bahwaketerampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan serta menyatakan pikiran, gagasan, dan perasaan. Pendengar menerima informasi melalui rangkaian nada,tekanan, dan penempatan persendian. Jika komunikasi berlangsung secara tatap muka ditambah lagi dengan gerak tangan dan air muka (mimik) pembicara.Menurut Djago Tarigan3 (1990 : 149) menyatakan bahwa  berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Menurut Arsjad dan Mukti U. S.4 (1993:23) mengemukakan bahwa  kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.


3.2.2 Pengertian pidato ialah suatu ucapan dengan memperhatikan susunan kata yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Sedangkan dalam kamus KBBI, pidato adalah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditunjukkan kepada orang banyak.
Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato pembangkit semangat, pidato smbutan acara atau event, pidato pelepasan siswa, dan sebagainya.
3.2.2        Jenis pidato
Berdasarkan sifat dan Isi Pidato, jenis-jenis Pidato dibedakan atas:
a.       Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc (master of ceremony).
b.   Pidato Pengarahan adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan.
c.    Pidato Sambutan adalah pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
d.   Pidato Peresmian adalah pidato yang dilakukan oleh seseorang yang berpengaruh ketika akan meresmikan sesuatu.
e.    Pidato Laporan adalah pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan.
f.   Pidato Pertanggungjawaban adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban terhadapa suat kegitan tertentu.



3.2.3 Metode pembelajaran bahasa
Mackey (2016:87-88) sebagaimana dikutip Sumardi (1974 menyebutkan 18 metode pembelajarn bahasa, salah satu yang akan dipakai dalam penelitian ini yaitu :
a.       Metode langsung ( Direct Method )
Metode bercirikan yaitu penggunaan struktur dan kosa kata yang  digunakan sehari-hari, serta tata bahasa dengan memperhatikan situasi, menggunakan banyak butir baru dalam pengajaran yang sama untuk membuat alamiahbunyi bahasa, yang pada gilirannya memperkaya penggunaannya dalam percakapan biasa.
3.2.3        pengertian memoriter yaitu metode berpidato dengan cara  menghafalkan naskah pidato terlebih dahulu.
3.2.4        7 Cara Berbicara di depan Umum
1.      Lawan rasa malu. Tidak peduli jabatan orang yang ada di depan Anda bicaralah sesuai konteks dan hal-hal yang ingin Anda sampaikan. Anggap saja hadirin yang hadir didepan tadalah teman sendiri.
2.   Ajukan pertanyaan. Anda membiasakan diri bertanya, Anda akan terbiasa pula berbicara di hadapan banyak orang. Pada kondisi ini, Anda akan menyadari bahwa berbicara di depan umum itu tidak serumit yang dibayangkan.
3. Lakukan persiapan sebaik mungkin
memprediksi suasana yang akan terjadi. Selain Dengan melakukan persiapan sebaik mungkin, Anda akan semakin menguasai materi dan itu, persiapan ini juga akan memberikan getaran positif sehingga perasaan Anda menjadi positif juga. Bayangkan jika Anda tidak mempersiapkannya? Anda mungkin kewalahan dan pontang panting saat mempresentasikannya.
4. Berbicara dengan gaya Anda sendiri
Berbicaralah dengan gaya Anda sendiri. Jangan meniru gaya bicara orang lain karena Anda akan menjadi orang lain, bukan diri Anda yang sebenarnya. Dengan kata lain, berbicaralah secara santai, sopan, dan menarik ala Anda sehingga suasana menjadi kondusif dan impresif.
5. Lakukan kontak mata.
Dengan melakukan kontak mata, Anda akan berkomunikasi secara nyaman. Selain itu, kontak mata mencerminkan Anda menghargai orang yang sedang diajak berbicara.


6. Latihan berbicara di depan sedikit orang
Cara lain yang bisa Anda gunakan adalah dengan melatih diri untuk berbicara di depan sedikit orang. Ini dapat berupa pertemuan dengan teman, rapat keluarga, atau rapat lingkungan warga tempat tinggal Anda. Latihan ini akan menempa mental dan percaya diri Anda sehingga tidak canggung lagi berbicara di depan orang banyak.
7. Berdoa
Berdoa sebelum berbicara di depan umum akan membantu menenangkan perasaaan Anda. Selain itu, berdoa juga akan memberi getaran positif sehingga secara tidak sadar Anda akan berani berbicara. Tidak percaya? Coba saja Anda lakukan pada rapat berikutnya.
Simpulannya, berbicara di depan umum butuh persiapan, teknik, dan latihan. Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda akan mendapatkan ketiga faktor tersebut.
C.     Pembahasan
Penerapan Metode Langsung dengan Memoriter dalam Pembalajaran di SMA sebagai berikut:
1.      Guru mebuka salam
2.      Guru menyajikan fasilitas seperti multimedia
3.      materi dengan bahasa yang sangat menarik dan menggairahkan.
4.      Guru memberikan materi tentang pidato
5.      Guru mengaplikasikan dengan
Kelebihan metode langsung sebagai berikut :
1.      Siswa terampil menyimak dan berbicara
2.      Siswa menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati penutur asli
3.      Siswa mengetahui banyak kosa kata dan pemakaiannya dalam kalimat
Kelemahan metode langsung sebagai berikut :
1.      Siswa lemah dalam kemampuan membaca pemahaman karena materi dan latihan ditekankan pada bahasa lisan
2.      Siswa memerlukan guru yang ideal dari segi keterampilan berbahasa dan kelincahan dalam penyajian pelajaran
3.      Metode ini tidak dapat dilaksanakan dalam kelas besar.


D.    Penutup
Penerapan metode langsung ) cocok untuk pembelajaran dengan Kompetensi Dasar  KD 10.mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks di kelas SMA. Metode langsung memiliki tujuan yaitu penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat.
E.     Daftar pustaka
Asih, 2016. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia.Bandung. Pustaka Setia
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Aandesca.blogspot.com. 2015