MAKALAH PEMBELAJARAN MENULIS PUISI
MENGGUNAKAN METODE SUGESTOPEDIA DAN MEDIA QUOTE MOTIVATION INSTAGRAM DI SMA
Dosen
Pengampu: Drs. FX. Samingin, M.Hum.
Oleh:
Ulfa
Fakhiyatul Ailia 1410301022
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS TIDAR
2017
A.
PENDAHULUAN
Menurut
Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, terdapat
beberapa tujuan Pendidikan Nasional. Pertama, tujuan pendidikan nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Kedua, agar menjadi manusia berakhlak mulia. Ketiga adalah menjadi manusia
sehat. Keempat menjadi manusia cakap. Kelima adalah menjadi manusia kreatif.
Keenam menjadi manusia mandiri. Ketujuh adalah menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Beberapa tujuan pendidikan nasional di atas,
implementasinya tidak lepas dari sebuah unsur yang bernama kurikulum.
Kurikulum yang
saat ini dipakai oleh sebagian besar jenjang pendidikan di Indonesia adalah
kurikulum 2013 (Kurtilas). Kurtilas mendekatan pendekatan saintifik dan
terdapat penilaian lebih pada aspek afektif. Pendekatan saintifik menuntut peserta
didik untuk mengeksplorasi materi lebih luas dan mendalam. Sedangkan aspek afektif, menuntut peserta
didik agar berperilaku sesuai dengan Pancasila. Implementasi kurtilas di SMA,
diterapkan pada mapel Bahasa Indonesia.
Implementasi
kurtilas pada mapel Bahasa Indonesia, tetap mengajarkan empat keterampilan
mendasar. Ketrampilan mendasar pertama adalah menyimak. Ketrampilan selanjutnya
adalah berbicara. Ketrampilan ketiga adalah membaca. Ketrampilan keempat adalah
menulis. Pada ketrampilan menulis, terdapat salah satu materi pokok yang
diberikan pada siswa SMA, yaitu menulis puisi.
Menulis puisi
di SMA, merupakan salah satu materi atau kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai
oleh siswa kelas X. KD tersebut terdapat pada silabus yang diterbitkan oleh
Kemendikbud. KDnya adalah 4.17: Menulis puisi dengan
memerhatikan unsur pembangunnya. Proses belajar mengajar KD ini (menulis
puisi), mempunyai berbagai problematika.
Problematika-problematika
PBM menulis puisi adalah sebagai berikut.
1.
Cara penyampaian
materi oleh guru yang monoton;
2.
Guru tidak mempunyai
berbagai media untuk merangsang ide siswa menghasilkan produk berupa puisi.
Berbagai problematika di atas mengakibatkan kualitas tulisan puisi
siswa sangat rendah. Hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan makalah
berjudul Pembelajaran Menulis Puisi Menggunakan Metode Sugestopedia dan Media
Quote Motivation Instagram di SMA.
B.
LANDASAN TEORI
Tarigan (2008:22), berpendapat bahwa menulis adalah menemukan atau melukiskan
lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh
seseorang. Hal ini membuat orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik
tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Lambang-lambang
grafik, membentuk huruf dan simbol bahasa yang kita ketahui saat ini. Salah
satu bentuk dari hasil tulis adalah puisi.
Menurut Herman
J. Waluyo (2010: 1) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan.
Selain dipadatkan, puisi juga diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan
kata-kata kias (imajinatif). Pemadatan, pemaduan irama, dan pengimajinasian
itulah yang membuat puisi terasa indah jika dibaca. Untuk itu, puisi mempunyai
struktur tersendiri.
Struktur puisi terbagi menjadi dua, yaitu
struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik merupakan sarana-sarana
yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Unsur-unsur struktur
fisik puisi, adalah sebagai berikut.
1.
Perwajahan puisi (tipografi),
yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi
kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai
dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
2.
Diksi, yaitu pemilihan kata-kata
yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan diksi harus cermat. Hal
ini dikarenakan berkaitan erat dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan
kata.
3.
Imaji, yaitu kata atau susunan
kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan,
pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara
(auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji
taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan
merasakan seperti apa yang dialami penyair.
4.
Kata kongkret, yaitu kata yang
dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini
berhubungan dengan kiasan atau lambang. Contohnya adalah burung merpati yang
melambangkan kesetiaan.
5.
Bahasa figuratif, yaitu bahasa kias
yamg mampu menimbulkan makna lain (konotatif). Bahasa figurative biasa disebut
dengan majas. Terdapat beberapa macam majas antara lain metafora, simile,
personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme,
antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro
parte, dan paradoks.
6.
Verifikasi menyangkut rima dan
ritma. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir
baris puisi. Ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi.
Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
Struktur
batin puisi atau hakikat sebuah puisi, meliputi hal-hal sebagai berikut.
1.
Tema/makna (sense) adalah ruh dari
sebuah puisi. Puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun
makna keseluruhan.
2.
Rasa (feeling), yaitu sikap
penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan
tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi
penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas
sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis,
dan pengetahuan.
3.
Nada (tone), yaitu sikap penyair
terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat
menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca
untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca,
dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
Berdasarkan zamannya, puisi mempunyai dua jenis
yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut pemaparannya.
1.
Puisi Lama
Ciri-ciri puisi lama:
·
Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama
pengarangnya.
·
Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi
merupakan sastra lisan.
·
Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti
jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Yang termasuk puisi lama adalah:
·
Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki
kekuatan gaib.
·
Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b,
tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai
sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya
terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
·
Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi
pendek.
·
Seloka adalah pantun berkait.
·
Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2
baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
·
Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan
ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
·
Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri
dari 6, 8, ataupun 10 baris.
2.
Puisi Baru
Puisi
baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris,
suku kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:
·
Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
·
Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air,
atau pahlawan.
·
Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang
berjasa.
·
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
·
Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta
kasih.
·
Elegi adalah puisi yang berisi ratap
tangis/kesedihan.
·
Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.
Menulis puisi adalah
kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat dan perasaan kepada pihak lain dengan
menggunakan bahasa tulis (Depdiknas 2003 : 8). Ketepatan pengungkapan gagasan
harus didukung oleh ketepatan bahasa sastra yang digunakan. Selain komponen
kosakata dan konteks kesastraan, ketepatan bahasa sastra juga didukung oleh
konteks dan penggunaan majas. Menulis puisi yang baik, benar, dan indah sangat
dibutuhkan.
Menulis puisi yang baik, benar, dan indah, dapat dilakukan dengan
cara-cara berikut.
1.
Memilih tema
2.
Memilih diksi
yang tepat
3.
Membangun
suasana
Dalam
membuat puisi, terdapat teknik pembuatan puisi. Berikut pemaparannya.
1.
Tahap
mengungkapkan fakta diri. Puisi pada tahap ini, biasanya lahir
berdasarkan observasi pada sekitar diri sendiri, terutama pada faktor fisik.
Misalnya pada saat berkaca.
2.
Tahap
mengungkapkan rasa diri. Pada tahap ini akan lahir puisi yang mampu
mengungkapkan rasa atau perasaan diri sendiri atas obyek yang bersinggungan
atau berinteraksi. Perasaan yang terungkap bisa berupa sedih, senang, benci,
cinta, patah hati, dan lain-lain, misalnya tatkala melihat meja, akan bisa
lahir sebuah puisi
3.
Tahap
mengungkapkan fakta obyek lain. Pada tahap ini puisi dilahirkan berdasarkan
fakta-fakta di luar diri dan dituliskan begitu saja apa adanya, tanpa tambahan
kata bersayap atau metafora, misalnya tatkala melihat meja, kemudian muncul
gagasan untuk menulis puisi.
4.
Tahap
mengungkapkan rasa obyek lain. Pada tahap ini penulis puisi mencoba berusaha
mengungkapkan perasaan suatu obyek, baik perasaan orang lain maupun benda-benda
di sekitarnya yang seolah-olah menjelma menjadi manusia. Misalnya tatkala
melihat orang muda bersandar di bawah pohon rindang, dapat sebuah terlahir
puisi.
5.
Tahap
Mengungkapkan Kehadiran Yang Belum Hadir. Pada
tahap ini puisi sudah merupakan hasil kristalisasi yang sangat mendalam atas
segala fakta, rasa dan analisa menuju jangkauan yang bersifat lintas ruang dan
waktu, menuju kejadian di masa depan. Mengungkapkan Kehadiran yang belum hadir
artinya melalui media puisi, puisi dipandang mampu untuk menyampaikan gagasan
dalam menghadirkan yang belum hadir, yaitu sesuatu hal yang pengungkapannya
hanya bisa melalui puisi, tidak dengan yang lain.
Metode adalah
cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna
mencapai tujuan yang ditentukan (KBBI, 1995). Metode digunakan dalam pembelajaran untuk memudahkan tujuan
pembelajaran tercapai. Metode mempunyai beberapa macam, salah satunya adalah
Sugestopedia.
Sugestopedia
merupakan seperangkat rekomendasi pembelajaran yang diturunkan
dari sugestologi yang dimaksudkan oleh Lozanov sebagai suatu ilmu
pengetahuan mengenai telaah bersistem terhadap pengaruh-pengaruh yang tidak
rasional atau tidak sadar yang secara konstan ditanggapi oleh insan manusia
(Stevick dalam Richards & Rodgers, 2006:100, Tarigan,2009:89). Metode
sugestopedia ini berasal dari Bulgaria. Metode ini pertaman kali dikembangkan
oleh seorang pendidik, psikoterapi, dan ahli fisika bernama George
Lozanov sekitar tahun 1978. Lozanov percaya bahwa teknik relaksasi dan
konsentrasi akan menolong para pelajar membuka sumber bawah sadar mereka dan
memperoleh serta menguasai kuantitas kosakata yang lebih banyak dan juga
struktur-struktur yang lebih mantap daripada yang mereka pikirkan
(Tarigan,2009:88). Sugesti adalah jantung sugestopedia. Metode sugestopedia
mempunyai ciri khusus yaitu menggunakan music klasik. Music klasik, dapat
merangsang sel saraf untuk mengembangkan imajinasi.
Media
pembelajaran adalah alat bantu untuk menyampaikan sebuah materi. Salah satu
jenis media pembelajaran baru yang ada dalam benak penulis adalah Quote Motivation
Instagram. Media ini bersumber dari salah satu media sosial, yaitu instagram.
Instagram popular dikalangan remaja maupun dewasa. Quote motivation adalah
kutipan kata motivasi yang bergambar.
C.
PEMBAHASAN
Metode
sugestopedia berbasis media quote motivation, dapat diterapkan dengan
langkah-langkah berikut:
1.
Guru memutar
musik klasik dengan volume yang rendah (disesuaikan dengan besar ruangan).
2.
Guru memberikan
motivasi-motivasi, seperti: “AKU HARUS BISA”
3.
Guru memberikan
materi tentang puisi
4.
Guru menayangkan
quote motivation yang sudah disiapkan sebelumnya
5.
Guru dan siswa
bersama-sama menulis puisi berdasarkan quote motivation tersebut
Kelebihan
dan kekurangan
1.
Kelebihan
Membuat
PBM tidak monoton
Siswa
akan lebih fokus
Siswa
akan lebih hanyut dalam berimajinasi
PBM
lebih kondusif
2.
Kekurangan
Jika
ruangan besar, harus menyediakan sound
Harus ada LCD
untuk menayangkan Quote Motivation
D.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2001.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Richards, Jack
C. 2006. Approach and methods in Language Teaching: A Description and Analysis. Cambridge, London:
Cambridge University Press.
Tarigan,
H.G. 2008. Menulis Sebagai
Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Tarigan,
Henry Guntur.2009. Metode Pengajaran Bahasa. Bandung: Angkasa
Bandung.
Waluyo, J.
Herman. 2010. Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Salatiga:
Widyasari.