Label

Selasa, 31 Oktober 2017

MAKALAH PENDIDIKAN

MAKALAH PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN METODE SUGESTOPEDIA DAN MEDIA QUOTE MOTIVATION INSTAGRAM DI SMA

Dosen Pengampu: Drs. FX. Samingin, M.Hum.


Oleh:
Ulfa Fakhiyatul Ailia  1410301022

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
UNIVERSITAS TIDAR
2017






A.    PENDAHULUAN
Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, terdapat beberapa tujuan Pendidikan Nasional. Pertama, tujuan pendidikan nasional  adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, agar menjadi manusia berakhlak mulia. Ketiga adalah menjadi manusia sehat. Keempat menjadi manusia cakap. Kelima adalah menjadi manusia kreatif. Keenam menjadi manusia mandiri. Ketujuh adalah menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Beberapa tujuan pendidikan nasional di atas, implementasinya tidak lepas dari sebuah unsur yang bernama kurikulum.
Kurikulum yang saat ini dipakai oleh sebagian besar jenjang pendidikan di Indonesia adalah kurikulum 2013 (Kurtilas). Kurtilas mendekatan pendekatan saintifik dan terdapat penilaian lebih pada aspek afektif. Pendekatan saintifik menuntut peserta didik untuk mengeksplorasi materi lebih luas dan mendalam.  Sedangkan aspek afektif, menuntut peserta didik agar berperilaku sesuai dengan Pancasila. Implementasi kurtilas di SMA, diterapkan pada mapel Bahasa Indonesia. 
Implementasi kurtilas pada mapel Bahasa Indonesia, tetap mengajarkan empat keterampilan mendasar. Ketrampilan mendasar pertama adalah menyimak. Ketrampilan selanjutnya adalah berbicara. Ketrampilan ketiga adalah membaca. Ketrampilan keempat adalah menulis. Pada  ketrampilan  menulis, terdapat salah satu materi pokok yang diberikan pada siswa SMA, yaitu menulis puisi.
Menulis puisi di SMA, merupakan salah satu materi atau kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh siswa kelas X. KD tersebut terdapat pada silabus yang diterbitkan oleh Kemendikbud. KDnya adalah 4.17: Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya. Proses belajar mengajar KD ini (menulis puisi), mempunyai berbagai problematika.
Problematika-problematika PBM menulis puisi adalah sebagai berikut.
1.      Cara penyampaian materi oleh guru yang monoton;
2.      Guru tidak mempunyai berbagai media untuk merangsang ide siswa menghasilkan produk berupa puisi.
Berbagai problematika di atas mengakibatkan kualitas tulisan puisi siswa sangat rendah. Hal inilah yang melatarbelakangi pembuatan makalah berjudul Pembelajaran Menulis Puisi Menggunakan Metode Sugestopedia dan Media Quote Motivation Instagram di SMA.


B.     LANDASAN TEORI
Tarigan (2008:22), berpendapat bahwa menulis adalah menemukan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Hal ini membuat orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Lambang-lambang grafik, membentuk huruf dan simbol bahasa yang kita ketahui saat ini. Salah satu bentuk dari hasil tulis adalah puisi.
Menurut Herman J. Waluyo (2010: 1) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan. Selain dipadatkan, puisi juga diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Pemadatan, pemaduan irama, dan pengimajinasian itulah yang membuat puisi terasa indah jika dibaca. Untuk itu, puisi mempunyai struktur tersendiri.
Struktur puisi terbagi menjadi dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Unsur-unsur struktur fisik puisi, adalah sebagai berikut.
1.        Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
2.        Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan diksi harus cermat. Hal ini dikarenakan berkaitan erat dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
3.        Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
4.        Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Contohnya adalah burung merpati yang melambangkan kesetiaan.
5.        Bahasa figuratif, yaitu bahasa kias yamg mampu menimbulkan makna lain (konotatif). Bahasa figurative biasa disebut dengan majas. Terdapat beberapa macam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, dan paradoks.
6.        Verifikasi menyangkut rima dan ritma. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
Struktur batin puisi atau hakikat sebuah puisi, meliputi hal-hal sebagai berikut.
1.        Tema/makna (sense) adalah ruh dari sebuah puisi. Puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
2.        Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.
3.        Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
4.      Amanat merupakan tujuan atau pesan yang akan disampaikan penyair kepada pembaca.
      Berdasarkan zamannya, puisi mempunyai dua jenis yaitu puisi lama dan puisi baru. Berikut pemaparannya.
1.    Puisi Lama
Ciri-ciri puisi lama:
·         Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
·         Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
·         Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Yang termasuk puisi lama adalah:
·         Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
·         Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
·         Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
·         Seloka adalah pantun berkait.
·         Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
·         Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
·         Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
2.      Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:
·         Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
·         Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
·         Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
·         Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
·         Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
·         Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
·         Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.
Menulis puisi adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat dan perasaan kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis (Depdiknas 2003 : 8). Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung oleh ketepatan bahasa sastra yang digunakan. Selain komponen kosakata dan konteks kesastraan, ketepatan bahasa sastra juga didukung oleh konteks dan penggunaan majas. Menulis puisi yang baik, benar, dan indah sangat dibutuhkan.
Menulis puisi yang baik, benar, dan indah, dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.
1.      Memilih tema
2.      Memilih diksi yang tepat
3.      Membangun suasana

Dalam membuat puisi, terdapat teknik pembuatan puisi. Berikut pemaparannya.
1.        Tahap mengungkapkan fakta diri. Puisi pada tahap ini, biasanya lahir berdasarkan observasi pada sekitar diri sendiri, terutama pada faktor fisik. Misalnya pada saat berkaca.
2.        Tahap mengungkapkan rasa diri. Pada tahap ini akan lahir puisi yang mampu mengungkapkan rasa atau perasaan diri sendiri atas obyek yang bersinggungan atau berinteraksi. Perasaan yang terungkap bisa berupa sedih, senang, benci, cinta, patah hati, dan lain-lain, misalnya tatkala melihat meja, akan bisa lahir sebuah puisi
3.        Tahap mengungkapkan fakta obyek lain. Pada tahap ini puisi dilahirkan berdasarkan fakta-fakta di luar diri dan dituliskan begitu saja apa adanya, tanpa tambahan kata bersayap atau metafora, misalnya tatkala melihat meja, kemudian muncul gagasan untuk menulis puisi.
4.        Tahap mengungkapkan rasa obyek lain. Pada tahap ini penulis puisi mencoba berusaha mengungkapkan perasaan suatu obyek, baik perasaan orang lain maupun benda-benda di sekitarnya yang seolah-olah menjelma menjadi manusia. Misalnya tatkala melihat orang muda bersandar di bawah pohon rindang, dapat sebuah terlahir puisi.
5.        Tahap Mengungkapkan Kehadiran Yang Belum Hadir. Pada tahap ini puisi sudah merupakan hasil kristalisasi yang sangat mendalam atas segala fakta, rasa dan analisa menuju jangkauan yang bersifat lintas ruang dan waktu, menuju kejadian di masa depan. Mengungkapkan Kehadiran yang belum hadir artinya melalui media puisi, puisi dipandang mampu untuk menyampaikan gagasan dalam menghadirkan yang belum hadir, yaitu sesuatu hal yang pengungkapannya hanya bisa melalui puisi, tidak dengan yang lain.

Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan (KBBI, 1995). Metode digunakan dalam  pembelajaran untuk memudahkan tujuan pembelajaran tercapai. Metode mempunyai beberapa macam, salah satunya adalah Sugestopedia.
Sugestopedia merupakan seperangkat rekomendasi pembelajaran yang diturunkan dari sugestologi yang dimaksudkan oleh Lozanov sebagai suatu ilmu pengetahuan mengenai telaah bersistem terhadap pengaruh-pengaruh yang tidak rasional atau tidak sadar yang secara konstan ditanggapi oleh insan manusia (Stevick dalam Richards & Rodgers, 2006:100, Tarigan,2009:89). Metode sugestopedia ini berasal dari Bulgaria. Metode ini pertaman kali dikembangkan oleh seorang pendidik, psikoterapi, dan ahli fisika bernama George Lozanov sekitar tahun 1978. Lozanov percaya bahwa teknik relaksasi dan konsentrasi akan menolong para pelajar membuka sumber bawah sadar mereka dan memperoleh serta menguasai kuantitas kosakata yang lebih banyak dan juga struktur-struktur yang lebih mantap daripada yang mereka pikirkan (Tarigan,2009:88). Sugesti adalah jantung sugestopedia. Metode sugestopedia mempunyai ciri khusus yaitu menggunakan music klasik. Music klasik, dapat merangsang sel saraf untuk mengembangkan imajinasi.
Media pembelajaran adalah alat bantu untuk menyampaikan sebuah materi. Salah satu jenis media pembelajaran baru yang ada dalam benak penulis adalah Quote Motivation Instagram. Media ini bersumber dari salah satu media sosial, yaitu instagram. Instagram popular dikalangan remaja maupun dewasa. Quote motivation adalah kutipan kata motivasi yang bergambar.  

C.     PEMBAHASAN
Metode sugestopedia berbasis media quote motivation, dapat diterapkan dengan langkah-langkah berikut:
1.      Guru memutar musik klasik dengan volume yang rendah (disesuaikan dengan besar ruangan).
2.      Guru memberikan motivasi-motivasi, seperti: “AKU HARUS BISA”
3.      Guru memberikan materi tentang puisi
4.      Guru menayangkan quote motivation yang sudah disiapkan sebelumnya
5.      Guru dan siswa bersama-sama menulis puisi berdasarkan quote motivation tersebut
Kelebihan dan kekurangan
1.      Kelebihan
Membuat PBM tidak monoton
Siswa akan lebih fokus
Siswa akan lebih hanyut dalam berimajinasi
PBM lebih kondusif
2.      Kekurangan
Jika ruangan besar, harus menyediakan sound
            Harus ada LCD untuk menayangkan Quote Motivation
D.    DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Richards, Jack C. 2006. Approach and methods in Language Teaching: A Description             and Analysis. Cambridge, London: Cambridge University Press.
Tarigan, H.G. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Tarigan, Henry Guntur.2009. Metode Pengajaran Bahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Waluyo, J. Herman. 2010. Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Salatiga: Widyasari.